HOME - Teaching

Apa Arti Pengorbanan Yesus Bagi Manusia?

2016-03-29 05:03:23
487

Seberapa jauh pengorbanan Yesus ?

Ketika YESUS turun ke dunia ini sebagai manusia, itulah pengorbanan yang luar biasa untuk kita ciptaanNya. Bagaiman tidak? YESUS  merupakan pencipta langit dan bumi, rela merendahkan diri-Nya serendah ciptaanNya. Allah Bapa memberikan segenap harta Sorgawi Nya untuk manusia melalui YESUS.

Pada waktu di hadapan Pilatus, sebenarnya tidak ada satu kesalahanpun yang di temukan dari YESUS menurut hukum Roma. Akan tetapi, para ahli taurat dan imam imam besar menuduh bahwa YESUS telah bersalah terhadap hukum Yahudi yaitu MENYAMAKAN DIRINYA SEBAGAI ALLAH. Untuk kesalahan tersebut menurut hukum Yahudi,  hukuman yang tepat untuk Nya adalah dilempari batu hingga mati. Tetapi mengapa itu tidak diberlakukan kepada Yesus?

Karena kegeraman imam-imam besar yang begitu luar biasa kepada Yesus, mereka meminta supaya Yesus disalibkan. Dalam hukum taurat, digantung/ disalib merupakan hukuman paling berat bagi pelanggar hukum Allah. Disalib/digantung bisa diartikan sebagai “DIKUTUK OLEH ALLAH”. Karena kebencian yang begitu dalam dari Imam-imam besar kepada Yesus, mereka ingin Yesus mati secara tragis. Disinilah kita tahu, bahwa Yeus telah lahir setara dengan manusia, dan mati dalam posisi lebih rendah dari manusia.

Apa yang telah dilakukan oleh Yesus?

Saat Yesus bangkit pada hari yang ke-tiga, Yesus bangkit dengan tubuh mulia dan kekal. Jika kita baca lebih lanjut, Yesus menunjukkan bekas luka di tangan, kaki dan lambungnya kepada murid-muridnya. Ya! Yesus memang mati dengan tubuh yang mulia dan kekal. Satu hal yang harus kita ingat bahwa Ia bangkit masih dengan tubuh yang penuh luka, cacat, dan tidak sempurna, sebagai tanda penebusanNya. Tanda inilah yang Ia bawa sampai Ia naik ke surga.

Arti Pengorbanan Yesus

Saat kedatangan Yesus yang kedua kalinya nanti, kita percaya kita akan dibangkitkan dengan tubuh yang mulia, hidup kita diubahkan, tidak ada lagi yang sakit, dan cacat. Kita akan dibangkitkan dengan tubuh yang sempurna dan hidup bersama Yesus.

Pada saat kedatangan YESUS yang kedua kalinya, orang percaya akan dibangkitkan dengan tubuh yang mulia,sedangkan yang hidup akan diubahkan dalam sekejap menjadi tubuh yang mulia pula. Saat itulah tidak ada lagi yang sakit, cacat. Semuanya sempurna! Kemudian manusia akan dibawa ke Surga untuk hidup bersama sama YESUS.

Diantara semua yang ada disurga nanti, hanya Yesus yang akan memiliki cacat ditubuhNya. Inilah arti pengorbanan Yesus. Demi menyempurnakan hidup kita, tubuh kita, Yesus rela mengorbankan KESEMPURNAAN-NYA, agar manusia bisa diselamatkan.

Untuk apa Yesus mati ?

- Matius  20:28 : "Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

- 1 Timotius  2:6 : "yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan."

Yesus mati adalah untuk menebus manusia yang telah jatuh ke dalam dosa (bukan untuk menebus dosa). Oleh karena dosa maka manusia harus mati, sebab upah dosa adalah maut (Roma 6:23).

Apa tujuan yang dicapai dengan kematianNya ? Ada beberapa konsep yang menggambarkan tujuan dari kematian Yesus :

Konsep Pengorbanan, Persembahan dan Pengganti

- 1 Korintus 15:3 :  Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci.

- Roma 5:8 :  Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

- 1 Petrus 2:24 :  Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Kematian Yesus seharusnya membuka mata rohani kita untuk lebih jelas melihat bahwa dosa adalah suatu masalah yang sangat serius sampai-sampai Allah sendiri harus turun tangan agar kita dapat terlepas dari belenggunya. Kita seharusnya menyadari betapa beratnya beban dosa yang harus Yesus tanggung. Ini semua dilakukan karna Yesus mengasihi saya dan kamu, sehingga dia harus mengorbankan dirinya mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Seberapa seriuskah kita memandang dosa dalam kehidupan ? Apa upaya yang telah kita lakukan untuk mengatasinya? - Diana