HOME - Teaching

Pencobaan-Pencobaan Yang Yesus Alami di Padang Gurun

2016-03-29 05:03:42
741

Kita tahu bahwa Tuhan Yesus pernah mengalami pencobaan di padang gurun (Mat 4:1-11), dan disitu dikisahkan Roh Kudus memimpin Dia ke padang gurun, dan Yesus tinggal disitu serta berpuasa selama empat puluh hari.  Mungkin kita bertanya-tanya, bagaimana seorang Yesus yang adalah Juru Selamat, dan berkuasa atas segala langit dan bumi ini, bisa dicobai? Dan kenapa Dia dicobai?

Gambaran mengenai pencobaan Yesus dicobai oleh iblis ini untuk menunjukkan strategi iblis dalam menggoda manusia dan bagaimana baiknya cara kita dalam melawan iblis. Alkitab mengajak kita lebih dalam melihat dan memahami bagaimana taktik iblis menjatuhkan manusia (Ibr 2:18 ; Ibr 4:15). Dan Yesus menunjukkan bagaimana bertahan dari keinginan daging, mata dan keangkuhan hidup (1 Yoh 2:16). Mari kita lihat apa saja pencobaan yang dialami Yesus di padang gurun :

1. Pencobaan pertama yang iblis katakan adalah untuk meminta Yesus mengubahkan batu-batu menjadi roti.

Dalam hal ini iblis seakan-akan ingin membuat Yesus ragu akan identitasnya sebagai Anak Allah, bahwa memang Ia sungguh sanggup melakukan apapun. Iblis seakan menantang kemampuan Yesus. Apalagi keadaan saat itu, Yesus yang telah berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam merasa lapar, dan secara logika dengan kemampuanNya sebagai Anak Allah, bukan hal sulit untuk langsung menyediakan roti begitu saja. Lewat hal ini juga dapat digambarkan, manusia sering tergoda untuk hidup enak, tetapi tidak mau berusaha dan berjuang, mencari usaha dengan cara yang tidak benar, mencari kuasa untuk kepentingan sendiri, mau proses yang serba instant. Tapi menghadapi pencobaan seperti ini Yesus menjawab dengan tegas, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Lihatlah bagaimana cara Yesus mengalahkan iblis. Ia mengutip bagian dari Alkitab. Dan Ia menjawab tanpa ragu, tegas dan walaupun Ia tahu otoritas Ia sebagai Anak Allah, Ia tetap tidak semena-mena terhadap kuasa dan kemampuan yang dimilikiNya.

 

2. Pencobaan kedua iblis meminta Yesus untuk menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah. Dan karena Ia Anak Allah, maka Ia bisa memerintah para malaikat untuk menangkapNya.

Kita dapat melihat iblis dapat juga menggunakan ayat Alkitab dan memutar balikkan Firman Tuhan dengan licik, agar ditafsirkan secara keliru (Mzm 91 :11-12). Sedangkan jika itu terjadi pada kita umat manusia, pencobaan semacam ini seperti haus akan hormat, haus akan pujian, sombong, merasa hebat akan posisinya dan semena-mena terhadap yang lain. Tapi lihatlah respon Yesus dalam menghadapi pencobaan semacam ini, lagi-lagi tegas dan langsung berkata, “ Ada pula tertulis : Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Ia menafsirkan firman Tuhan dengan benar dan tetap tidak menyalahgunakan otoritas IlahiNya.


3. Pencobaan ketiga yang dialami Yesus adalah, iblis meminta Yesus untuk sujud menyembahnya dan akan diberikan seluruh kerajaan dunia dengan kemegahannya.

Ini sama juga halnya jika kita dicobai dengan harga diri demi kekuasaan, ingin popular dan rela melakukan segala cara untuk mendapatkan hal-hal duniawi tersebut, bahkan menjual imannya. Tapi, apa yang Yesus lakukan? Ia berkata, “Enyahlah, iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Ia tidak tergoyahkan dengan hal-hal yang duniawi dan sementara. Ia tetap taat akan firman.

Dari tiga jenis pencobaan tersebut, kita dapat melihat seperti apa cara iblis mencobai manusia. Dan Tuhan Yesus memberi contoh bagaimana cara yang tepat melawan iblis. Firman Tuhan berkata, “Lawanlah Iblis maka ia akan lari dari padamu,” (Yak 4:7) dan hal itu yang Yesus lakukan. Yesus mau kita tahu, paham akan Firman Tuhan secara akurat, benar dan mampu menerapkannya dalam kehidupan kita dengan konsisten.

Yesus yang penuh dengan Roh Kudus, diijinkan Tuhan untuk dicobai iblis. Ini bukan berarti Yesus kurang kuasanya, tapi ini menunjukkan bahwa seseorang yang mungkin mencintai Tuhan, dekat dengan Tuhan tidak berarti hidupnya bebas dari serangan iblis. Justru iblis sangat senang menyerang orang yang dekat dengan Tuhan, agar orang itu kalau jatuh kedalam pencobaan akan jauh dari Tuhan dan menjadi kawannya iblis (Mat 26:41). Yesus tidak jatuh  kedalam pencobaan karena Ia juga dipenuhi Roh Kudus, yang menjaga dan mengingatkanNya agar tidak jatuh (Yoh 14 :25-26) begitupun juga dengan kita. Roh Kudus menolong Yesus agar menang terhadap cobaan serta semakin kuat. Tidak dapat dipungkiri, melalui kisah ini kita dapat belajar dari teladan Yesus bagaimana dan apa yang harus kita lakukan saat kita mengalami pencobaan. (Nancy Natalia)