HOME - Teaching

Mengapa Orang Kristen Harus Bernyanyi Saat Ibadah?

2016-10-16 06:10:09
198

Pada dasarnya pola ibadah orang Kristen yang identik dengan nyanyian pujian dan penyembahan tidak berbeda dengan pola ibadah dalam agama lain. Meskipun setiap gereja memiliki tata cara bernyanyi yang berbeda, namun semua orang Kristen secara umum menjalankan pola pujian dan penyembahan yang sama kepada Tuhan. Bandingkan dengan pola ibadah umat Muslim dimana menggunakan nyanyian Adzan, Hindu dengan nyanyia pujian kepada Tuhannya dan begitu juga dengan keyakinan lain. Sama seperti gereja karismatik dengan ortodoks atau protestan dengan Katolik, perbedaan hanya terletak pada jenis nyanyiannya saja.


Pola pujian dan penyembahan sebenarnya merupakan tata cara ibadah yang Tuhan inginkan sesuai dengan nats Alkitab 2 Timotius 3: 16 (baca juga Mazmur 22: 23; 107: 32; 117: 1; 135: 1; 150: 1).


Alasan lain yang jauh lebih penting untuk dipahami bahwa tujuan sebuah ibadah adalah untuk memuliakan, menghormati, memuji, meninggikan, dan menyenangkan hati Tuhan. Pujian dan penyembahan adalah salah satu wujud dari ibadah itu sendiri, dimana kita memuji Tuhan dengan penuh pengagungan dan kesetiaan kepada Allah atas rahmat-Nya yang telah membebaskan kita dari belenggu dosa.


Dalam Yohanes 4: 23-24 dikatakan, “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Bukan berarti bahwa kita menyembah Tuhan saat kita suka saja, tapi kita harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Kata ‘harus’ menekankan bahwa hal itu ‘mutlak’ dilakukan, dalam artian sebagai sebuah kewajiban, keharusan, kebutuhan, dan kepastian. Cara ibadah dengan bernyanyi, seperti yang dilakukan orang Kristen, bukanlah cara ibadah yang dibuat-buat oleh gereja tetapi Allah sendiri yang menentukan bagaimana umat-Nya harus menyembah Dia. Kita tidak diberikan pilihan untuk mengambil cara beribadah dalam suatu agama, tetapi Allah sendiri yang menghendaki diri-Nya dipuji dan disembah dalam Roh dan Kebenaran.


Pujian dan penyembahan adalah waktu bagi kita untuk membayar kebaikan Allah secara mendalam, tulus, hormat, kasih, dan takut akan Dia. Kisah Para Rasul 17: 24-25 berbunyi, ? ?Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.” Harga inilah yang sedang kita bayar lewat pujian dan penyembahan saat beribadah kepada-Nya.


Memuji Tuhan juga bukan sembarang memuji dengan mengangkat suara terbaik bak artis yang pentas di panggung hiburan. Tetapi memuji dan menyembah Tuhan harus menyebabkan kita merenungkan keagungan dan keanggunan Allah sendiri. Nyanyian yang disertai dengan Perjamuan Kudus, doa dan pendengaran akan firman Tuhan dirancang Tuhan sendiri untuk membawa kita lebih dekat kepada-Nya. Ketika kita bernyanyi, pikiran dan hati kita dibaharui oleh Allah. Kita akan menjadi lebih terbuka terhadap pengampunan, kelembutan, keadilan, kebenaran, kemurnian, kebaikan, dan kasih.


Ada beberapa hal yang patut diketahui saat kita mengangkat pujian dan penyembahan kepada Allah, yaitu:


1 Nyanyian pujian dan penyembahan adalah kunci dari manifestasi kehadiran dan berkat Allah. (Mazmur 22: 3; 2 Korintus 5: 13-14; Kisah Para Rasul 16: 24-26)


2 Pujian dan penyembahan membawa sukacita kepada para pemujanya (baca Mazmur 16: 11; Mazmur 28: 7; 30: 11; 126: 5; 1 Petrus 1: 8)


3 Pujian dan penyembahan membawa sukacita bagi Allah itu sendiri (Zefanya 3: 17)


4 Pujian dan penyembahan menyediakan akses untuk kemenangan di dalam peperangan yang terjadi dalam kehidupan.


Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!..Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!(Mazmur 100: 2, 4). (lori mora)